Peran Penting Imunisasi Pada Bayi

Peran penting imunisasi pada bayi,- Tujuan pemberian imunisasi dasar lengkap pada saat bayi diharapkan akan memberikan perlindungan bagi bayi yang kadar imunitas tubuhnya masih sangat rentan dari penyakit yang bisa dan menyebabkan kesakitan, kecacatan, bahkan kematian pada bayi.
Imunisasi merupakan bagian dari pemberian vaksin (virus yang dilemahkan) kedalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap jenis penyakit tertentu. Imunisasi juga merupakan suatu sistem kekebalan yang diberikan pada manusia dengan tujuan melindungi individu tersebut dari penyakit yang dapat membahayakan jiwa anak-anak.

http://obatcampakuntukanak.blogspot.com/2014/11/peran-penting-imunisasi-pada-bayi.html
Dalam hal ini, prinsip dari pemberikan imunisasi adalah memasukkan kuman yang telah dilemahkan ke dalam tubuh yang fungsinya untuk menangkal penyakit. Cara pemberian imunisasi ini adalah melalui suntikan ataupun oral (lewat mulut). Melalui imunisasi, beberapa penyakit bisa dilenyapkan seperti halnya penyakit cacar ditahun 1970-an. Sejarahpun telah mencatata, bahwasanya imunisasi menyelamatkan banyak generasi dan memperpanjang kemungkinan hidup seseorang. Di Indonesia, program imunisasi mulai dikenalkan pada tahun 1956.

Berikut beberapa imunisasi dasar pada bayi yang wajib diberikan sejak bayi:
  1. Imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin)sekali untuk mencegah penyakit Tuberkulosis. Diberikan segera setelah bayi lahir ditempat pelayanan kesehatan atau mulai satu bulan di Posyandu.
  2. Imunisasi hepatitis B sekali untuk mencegah penyakit hepatitis B yang ditularkan dari ibu ke bayi saat persalinan.
  3. Imunasi DPT-HB 3 (tiga) kali untuk mencegah penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus dan hepatitis B. Imunisasi ini pertama kali diberikan saat bayi berusia 2 bulan. Imunisasi berikutnya berjarak waktu 4 minggu. Pada saat ini pemberian imunisasi DPT dan hepatitis B dilakukan bersamaan dengan vaksin DPT-HB.
  4. Imunisasi polio untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit polio. Imunisasi polio diberikan 4 kali dengan jelang waktu (jarak) 4 minggu.
  5. Imunisasi campak untuk mencegah penyakit campak. Imunasasi campak diberikan saat bayi berumur 9 bulan.
Efek samping Imunisasi

Imunisasi kadang mengakibatkan efek samping. Ini adalah tanda baik yang membuktikan vaksin betul-betul bekerja secara tepat. Efek samping yang biasa terjadi adalah sebagai berikut:
  1. BCG: Setelah 2 minggu akan terjadi pembengkakan kecil dan merah ditempat suntikan. Setelah 2-3 minggu kemudian pembengkakan menjadi abses kecil dan kemudian menjadi luka dengan garis tengah kurang lebih 10mm. Luka akan sembuh sendiri dengan meninggalkan luka parut kecil.
  2. DPT: Kebanyakan bayi menderita panas pada sore hari setelah imunisasi DPT, tetapi panas akan turun dan hilang dalam waktu 2 hari. Sebagian besar merasa nyeri, sakit, merah atau bengkak di tempat suntikan. Keadaan ini tidak berbahaya dan tidak perlu mendapatkan pengobatan khusus dan akan sembuh sendiri. Bila gejala tersebut tidak timbul, tidak perlu diragukan bahwa imunisasi tersebut tidak memberikan perlindungan dan imunisasi tidak perlu diulang.
  3. Polio: Jarang timbul efek samping
  4. Campak: Anak mungkin panas, kadang disertai kemerahan 4-10 hari sesudah penyuntikan
  5. Hepatitis B: Belum pernah dilaporkan adanya efek samping.
Nah itulah manfaat dari imunisasi selain untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap penyakit termasuk penyakit berbahaya, manfaat dari imunisasi juga yaitu untuk menekan angka penyakit menular dan dapat meningkatkan derajat kesehatan nasional. Nah karena itulah imunisasi sangat penting dilakukan pada bayi. Ikuti terus obatcampakuntukanak.blogspot.com. Kami akan memberikan informasi kesehatan untuk anda. Semoga artikel kami bermanfaat dan menambah wawasan untuk anda.





| Peran penting imunisasi pada bayi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BILA BARANG TERBUKTI PALSU, RUSAK ATAU TIDAK SAMPAI DITANGAN ANDA. GARANSI UANG KEMBALI. ANDA BERMINAT? PESAN Disini !!!